News Update :
Hollabuddy.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Hot News »
Bagikan kepada teman!

João Ruas

Penulis : holla buddy on Selasa, 15 Juli 2014 | 00.15

Selasa, 15 Juli 2014

Holla Buddy! Seniman unik João Ruas, kenapa unik? karena memang karakter gambarnya yang unik-unik. João Ruas ini terinspirasi tentang cerita binatang (fables), oleh karenanya ia sering memanipulasi karakter-karakter gambarnya mirip dengan binatang.
João Ruas lahir di negara Brazil. Sejak ia kecil dia memang tertarik dengan seni menggambar. João Ruas kecil belajar membuat garis, pewarnaan dari komik-komik. Setelah lulus sekolah menengahnya, João Ruas memutuskan untuk kuliah desain di London. João Ruas selama tiga tahun kuliah dan bekerja di London, dan pada akhirnya João Ruas kembali ke negara asalnya Brazil, João Ruas bekerja menjadi seniman dan illustrator.















komentar | | Read More...

Cara Menggambar Comic Marvel

Penulis : holla buddy on Sabtu, 31 Mei 2014 | 19.51

Sabtu, 31 Mei 2014

Holla teman-teman, kali ini hollabuddy punya referensi kecil tentang tutorial membuat comic marvel (How to draw comic the marvel way). Comic ini referensi yang bagus, jika temen-temen suka comic dengan anatomy dan gestur yang kebarat-baratan, hhe. ini solusi comic yang bagus. Dan lagi diinternet masih sulit buat download comic-comic marvel yang gratisan kebanyakan berbayar..huh T.T.
Semoga bermanfaat..

download:
How to draw comic the marvel way
The human torch
komentar | | Read More...

PSB (Pusat Sumber Belajar)

Penulis : holla buddy on Minggu, 25 Mei 2014 | 06.54

Minggu, 25 Mei 2014

1.      Konteks PS
A.    Tujuan PSB
   1. Sebagai Pusat referensi ruang lingkup bidang ekonomi
   2. Sebagai tempat penelitian (skripsi)
   3. Sebagai tempat penyedia informasi
   4. Sajian karya ilmiah (skripsi, CD skripsi
   5. Jurnal
   6.  Koran
   7.   Kamus
   8.   Sebagai tempat diskusi
   9.   Preservasi(perawatan) bahan pustaka

B.     Manfaat PSB
   1.    Memberikan kebutuhan informasi bagi mahasiswa / dosen
   2.    Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, baik secara individual maupun kelompok
   3.    Menyediakan sumber referensi yang terpecar

C.     Fungsi PSB
   1.    Fungsi pengembangan sistem pembelajaran ( mahasiswa dapat mengembangkan wawasan).
   2.    Fungsi produksi media pembelajaran (adanya CD buku yang boleh dipinjamkan kepada mahasiswa namun   tidak boleh dibawa pulang).
   3.    Fungsi administrasi ( Terdapat program disiplin, dengan diadakannya biaya denda. biaya denda akan             dialokasikan untuk pengembangan perputakaan)
   4.   Fungsi pelayanan Media pembelajaran. ( SIPADU)
   5.    Fungsi Pelatihan. ( PKL, PSG)

2.      Personalia dan Pengelolaan Pelayanan PSB
   a.       Pegawai perpustakaan bukan asli dari bidang ilmu perpustakaan,
         Dengan pekerjaannya di perpustakaan, mereka mempunyai keterampilan mengenai bidang perpustakaan. Ketrampilan itu meliputi : mengadaan , pengolahan ( memberi stempel buku, menginput buku, dan pula menyampul buku)
   b.      Perpustakaan FE terampil dalam mengembangkan media pembelajaran. Contoh : Buku, komputer.
   c.       Perpustakaan Fe menyiapkan bahan pembelajaran berupa bahan pustaka  sesuai dengan kurikulum dan   kebutuhan pengguna perpustakaan. Sehingga bahan pembelajaran yang diperoleh itu sesuai dengan kebutuhan informasi. Bahan pembelajaran ini sesuai dengan mata kuliah yang ada di fakultas ekonomi, selain itu perpustakaan FE ini juga menyediakan bahan pustaka berupa, novel, buku-buku komputer, bukuagama dan juga jurnal ilmu pengetahuan sosial, jurnal pendidikan, jurnal internasinal dan sebagainya.
   d.      Perpustakaan fe menyediakan Opac Onlinedalam mengakses data dan informasi.
         Opac ini merupakan salah satu menu dari sipadu selain dari  menu peminjaman, pengembalian, dll. Sipadu ini merupakan sistem layanan terpadu yang digunakan universitas negeri malang untuk mengakses data dan informasi secara online. Dengan adanya opac ini akan mempermudah kita dalam mencari bahan belajar. Opac ini digunakan dengan cara mengetikkan kata kunci pada bagan yang telah disediakan. Sehingga nanti akan tampak jelas keberadaan buku yang akan dicarinya.  Selain itu mengakses data secara online lainnya yaitu pemesanan buku melalui Siakad, dengan pemesanan buku ini kita dapat memesan buku yang sesuai dengan kebutuhan kita dengan batas maksimal 3 buku.
   e.       Merawat PSB di perpustakaan Fe salah satunya dengan cara memberi sampul, membersihkan ruangan, mengantur kelembaban suhu udara dengan cara memberi AC dan sekat-sekat jendela , memberi sekat atau celah antara rak koleksi dan tembok, mengarsipkan skripsi.

Pengelolaan pelayanan PSB
    a.       Peralatan
          Dalam skema organisasu pengelolaan terdapat peraltan, struktur adminis lembaga dana kepemimpinan. Peralatan ini berkaitan dengan prinsip pengelolaan PSB yaitu prinsip pusat informasi, peralaatn yang digunakan yaitu adalah komputer opac, dnegna komputer opac ini maka akan kita ketahui informasi yang diperlukan itu buku seperti apa. Komputer ini sering di pakai pengguna perpustakaan (pemustaka) untuk mengakases informasi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan kita.
    b.      Struktur administrasi lembaga
          Struktur administrasi lembaga ini berkaitan dengan prinsip pengelolaan pelayanan. Dikarenakan dengan adanya struktur administrasi lembaga ini akan membentuk suatu struktur tersendiri untuk petugas, selain itu sturktur ini nanti akan melihat pemakai siapa saja yang datang diperpustakaan, koleksi yang dibutuhkan, merancangkan fasilitas layanan dan alat penunjang lainnya untuk pengembangan suatu perpustakaan itu sendiri.
          Struktur administrasi lembaga ini berkaitan pula dengan prinsip pengelolaan pengembangan instruksional, karena dengan adanya ini suatu struktur administrasi akan merencanakan bahan koleksi perpustakaan yang sesuai dengan kurikulum, seleksi peralatan dan bahan, merencanakan progam dan merevisi progam yang apabila progam itu sudah dilaksanakan.
    c.       Kepemimpinan
          Perpustakaan FE dalam pengelolaan bagian kepemimpinan ini, sangat berkaitan dengan prinsip pengelolaan PSB, karena dengan kepemimpinan ini, pemimpin tahu bagaimana pengolah informasi, mengelola layanan, mengelola instruksional, dan mengelola produksi dengan cara pengadaan buku bahan ajar maupun buku koleksi perpustakaan sehingga sampai kepada penguna.

3.      Pola Manajemen

a)      Manajemen Sistem Informasi
   ·         Bahan Pustaka
         Bahan pustaka tercetak yang ada di perpustakaan fakultas ekonomi meliputi buku, jurnal, buku ajar (dosen), karya ilmiah (Skripsi (4 tahun terakhir) , Tugas Akhir, Laporan Penelitian, Kamus dan Laporan Kuliah Kerja Lapangan). Sedangkan bahan pustaka non cetak meliputi CD buku (boleh dipinjam hanya diperpustakaan) dan CD skripsi( hanya boleh dipinjam oleh dosen pembimbing).
    ·         Katalogisasi
          Katalogisasi untuk setiap koleksi yang ada di perpustakaan fakultas ekonomi sudah berpedoman pada DDC
    ·         Jalannya Sistem Informasi
           Sistem informasi di perpustakaan fakultas ekonomi sudah menggunakan sipadu, sama seperti di perpustakaan pusat UM

b)      Manajemen Pelayanan
    ·         Pelayanan Sirkulasi
          Sistem pelayanan sirkulasi di perpustakaan ini sudah mengikuti progam sipadu sehingga memudahkan pegawai dalam melayani mahasiswa meminjam serta mengembalikan buku. Peminjaman buku di perpustakaan ini selama 14 hari dan maksimal meminjam 3 buku. Untuk yang mengerjakan skripsi dapat meminjam 7 buku dalam waktu 14 hari.
    ·         Pelayanan Referensi
          Koleksi seperti jurnal serta laporan penelitian dan laporan kuliah kerja lapangan hanya bisa difoto kopi oleh mahasiswa. Karena perpustakaan fakultas ekonomi tidak meminjamkan koleksi referensi.
    ·         Pelayanan Khusus
          Untuk mahasiswa non FE UM tidak dapat meminjam buku hanya dapat meminjam buku untuk fotokopi maksimal lima buku dalam 1 hari.

c)      Manajemen Pengembangan Intruksional
Pustakawan di perpustakaan fakultas ekonomi ini bisa mengidentifikasi buku yang digunakan mahasiswa sebagai sumber belajar mereka. Sehingga semua kebutuhan informasi mahasiswa ekonomi seperti buku panduan belajar setiap matakuliah dan buku referensi untuk skripsi, semuanya ada di perpustakaan ini.
d)     Manajemen Produksi
    ·         Mengidentifikasi dan menganalisa masalah komunikasi
          Pada saat membeli buku, terkadang buku/jumlah buku yang minta tidak sama saat buku itu datang. Sehingga buku itu dikembalikan lagi kepada penerbit. Karena dari awal mereka sudahmrmpunyai kesepakatan jadi jika ada kesalahan buku bisa dikembalikan lagi.
    ·         Merancang dan memproduksi pesan
          Setiap tahun pustakawan menanyakan kepada mahasiswa tentang buku apa saja yang mereka butuhkan dalam membantu mereka mengerjakan tugas kuliah. Pustakawan juga menerima list buku apa saja yang dibuutuhkan para dosen untuk bahan ajar mereka
         -       Mengadministrasikan fasilitas dan personalia produksi media
             Untuk menunjang sistem perpustakaan yang sudah menggunakan sipadu sekarang perpustakaan                   fakultas ekonomi meminta tambahan 5 komputer untuk digunakan mahasiswa saat melakukan layanan           mandiri. Dan 5 barcode reader untuk melayani mahasiswa saat peminjaman atau pengembalian buku.

4.      Struktur Organisasi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (Terdapat dilampiran)
5.      Sarana dan Prasarana
Sarana adalah peralatan atau perlengkapan utama yang digunakan untuk membantu pekerjaan, sedangkan prasarana adalah dan mewujudkan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi.
Sarana Perpustakaan:
a.       Program Sipadu
Sipadu adalah suatu software yang digunakan untuk menjalankan otomasi perpustakaan. Sipadu ini merupakan software yang sejenis dengan SLiMS dan Sipadu hanya digunakan di Perpustakaan Universitas Negeri Malang, kegunaan Aipadu juga hampir sama dengan SLiMS seperti pengadaan dan pngolahan buku, melayankan bahan pustaka, dan digunakan untuk layanan sirkulasi. Dan masih banyak lagi kegunaannya.
b.      Komputer
Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengolah data. Ada 8 Komputer di Perpustakaan Fakultas Ekonomi masing-masing memiliki kegunaan sendiri, yaitu 3 komputer untuk penulusuran informasi, 1 komputer untuk pengolahan, 1 komputer untuk pengumpulan skripsi dan check out buku, 1 komputer untuk check out buku, 1 komputer untuk pengembalian buku, dan 1 komputer lagi untuk presensi mahasiswa.

c.       Buku
Buku merupakan salah satu koleksi utama yang di Perpustakaan FE UM. Perpustakaan ini melayankan buku tercetak
d.      Surat Kabar (Koran)
Surat kabar juga merupakan salah satu koleksi yang berisi tentang berita teraktual yang sedang terjadi.
e.       Skripsi
Selain buku dan Koran ada juga koleksi skripsi. Skripsi tersebut adalah skripsi yang yang dihasilkan oleh mahasiswa FE. Mahasiswa FE harus menyerahkan skripsinya kepada perpustakaan FE.
Jurnal
Ada berbagai macam jurnal yang ada di perpustakaan FE, mulai dari jurnal nasional sampai jurnal internasional.
f.       Koleksi Lainnya
Selain buku, surat kabar, dan jurnal ada juga koleksi lainnya yang ada di perpustakaan FE. Seperti kamus, ensiklopedi, majalah, laporan.

Prasarana
Prasarana merupakan alat penunjang untuk mencapai tujuan organisasi
a.       Televisi
Di perpustakaan FE terdapat 2 televisi, 1 televisi digunakan sebagai fasilitas tambahan untuk mahasiswa, sehingga mahasiswa yang datang ke perpustakaan dapat menonton televisi, dan 1 televisi lagi digunakan untuk memperlihatkan rekaman CCTV yang ada di fakultas ekonomi..
g.      Meja
Meja juga merupakan fasilitas tambahan yang disediakan agar pengunjung dan karyawan perpustakaan FE merasa nyaman, ada beberapa macam meja di perpustakaan ini, yaitu 22 meja untuk belajar sendiri, 12 meja untuk belajar kelompok, 3 meja untuk komputer penelusuran, 6 meja lesehan dan 5 meja untuk sirkulasi dan pengolahan.
h.      Kursi
Sama halnya dengan meja, kursi juga sebagai fasilitas penunjang untuk membuat mengguna merasa nyaman. Jumlah kursi yang ada diperpustakaan FE adalah 22 kursi belajar sendiri, 3 kursi untuk komputer penulusuran, 60 kursi untuk belajar kelompok, 5 kursi untuk sirkulasi dan pengolahan.
i.        Rak buku
Rak buku juga merupakan fasilitas yang digunakan sebagai tempat menyimpan buku. Rak-rak buku diperpustakaan FE berjumlah 15 rak.
j.        Rak surat kabar
Rak surat kabar memiliki bentuk berbeda dengan rak buku, lebih kecil dan memuat lebih sedikit, dan digunakan hanya untuk menyimpan surat kabar.
k.      Loker
Loker sangat berguna bagi pengunjung yang memiliki barang bawaan banyak. Jumlah loker di Perpustakaan FE UM ada 129 loker
l.        Barcode reader
Merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi barcode pada buku.
m.    Printer
Printer di perpustakaan FE hanya digunakan oleh pegawai perpustakaan.
n.      Kereta buku
Kereta buku digunakan untuk membawa buku yang sudah dipinjam dikembalikan ke raknya.
6.      Kelemahan dan Kelebihan Perpustakaan Fakultas Ekonomi
a.       Kelemahan
-          Karyawan yang bekerja di perpustakaan FE buka merupakan lulusan jurusan ilmu perpustakaan sehingga ilmu yang didapatkan hanya berasal dari saat karyawan tersebut mengikuti training, seminar, dan rapat tentang perpustakaan.
-          Selain bukan lulusan ilmu perpustakaan, karyawan perpustakaan FE juga kurang bisa menguasai teknologi informasi.
-          Intenet dan sistem penulusuran di perpustakaan FE suka mengalami error.
-          Meja belajar sendiri dan meja kelompok menjadi satu tempat sehingga hal ini dapat mengganggu pengguna yang berada di meja belajar sendiri.
-          Walaupun sudah ada alat barcode reader, tetapi masih banyak buku yang belum memiliki barcode.
-          Kurangnya komputer untuk sistem penelusuran dan layanan mandiri sehingga menyebabkan antrean panjang ketika mahasiswa ingin meminjam buku dan melakukan penulusuran informasi.
b.      Kelebihan
-          Sudah menggunakan program sipadu sehingga dalam melakukan pengolahan maupun layanan mandiri dapat dilakukan dengan mudah.
-          Dibandingkan dengan perpustakaan lain, perpustakaan FE lebih memiliki banyak koleksi karena koleksi skripsi juga tersedia di FE
-          Loker yang terawat baik. Selain loker yang terawat, jumlah loker juga mencukupi untuk mahasiswa FE.
-          Karyawan perpustakaan sangat ramah, sehingga pengunjung merasa senang dengan pelayanan karyawannya.
-          Tersedianya berbagai macam buku untuk mata kuliah yang diajarkan di FE.
-          Perpustakaan FE sangat bersih dan nyaman menjadikan mahasiswa betah untuk berlama-lama di perpustakaan.
7.      Dalam perpustakaan FE tidak ada kegiatan yang di laksanakan, hal ini dikarenakan tidak ada waktu , tidak ada perencanaan kegiatan, tidak ada kerja sama dari lembaga lain, dan juga kepadatan akan pelyanan perpustakaan itu sendiri sehingga membuat tidak ada perencanaan progam kegiatan.
*      Progam yang dilakukan perpustakaan FE yaitu
o   Pengadaan buku ( disesuaikan dengan kurikulum)
o   Pengolahan buku (  memberi stempel pada buku diantaranya stempel Perpustakaan FE UM, Milik Perpustakaan FE UM, dll, memberi lidah buku, menginput buku, menyampul buku untuk siap disajikan kepada pengguna perpustakaan)
o   Pengembangan IT ( penambahan komputer, penambahan barcode reader, penambahan cctv)

o   Pengembangan koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum pendidikan, dan kebutuhan pengguna.
komentar (2) | | Read More...

Makalah Pendidikan Pemakai Perpustakaan SMAN 1 KAUMAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
1.1 Pendidikan Pemakai Perpustakaan (User Education)
   Koleksi yang dimiliki perpustakaan merupakan kekayaan (asset) yang harus sebesar-besarnya dimanfaatkan oleh pengguna secara optimal. Dengan perannya yang strategis, perpustakaan perlu didukung oleh kemampuan teknik-teknik yang efesien dan efektif dalam penggunaan sarana (layanan) perpustakaan untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh pemakainya, karena kemampuan mencari informasi tidak kalah pentingnya dengan informasi itu sendiri. Untuk mendukung terciptanya layanan yang prima dan usaha mengoptimalkan pemanfaatan koleksi yang dimiliki, maka perpustakaan sebagai tempat pengelolaan dan pendayagunaan khazanah media informasi perlu memberikan layanan pendidikan pemakai perpustakaan dalam rangka mengenalkan koleksi dan fasilitas yang dimiliki perpustakaan.
    Disamping itu perlu pula disadari bahwa: Library is the growing organism, perpustakaan adalah organisasi yang selalu tumbuh dan berkembang. Sehingga segala perkembangan yang terjadi dalam perpustakaan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber-sumber informasi dan pelayanan harus disebarluaskan kepada pemakai cara yang dapat ditempuh adalah dengan melaksanakan pendidikan pemakai. Every book it’s reader. Bahwa setiap buku ada sasaran pembacanya yang tepat. Pengadaan buku di perpustakaan sudah melalui tahap seleksi berdasarkan kebutuhan pemakai dengan begitu diharapkan semua koleksi buku yang dimiliki perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pembaca yang tepat. Every reader it’s book. Setiap pembaca tersedia bacaan yang tepat. Koleksi buku di perpusatakaan disediakan dengan memperhatikan aspek pengguna, yaitu siapa yang memanfaatkan koleksi buku tersebut. Sehingga diharapkan pengguna perpustakaan dapat memperoleh pilihan bacaan yang tepat. Book are for use. Bahwa semua buku yag ada di perpustakaan harus dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan perpustakaan, yaitu bahwa pengadaan koleksi buku betul-betul berorientasi pada pengguna. Setelah diadakan maka buku sesegera mungkin diolah dengan system yang memudahkan pengguna yang menemukan kembali koleksi tersebut jika diperlukan. Setelah diolah, buku dilayankan ke pengguna dan pihak perpustakaan harus proaktif dalam memberikan informasi mengenai buku-buku baru tersebut, sehingga pengguna dapat mengetahui perkembangan koleksi terbaru perpustakaan.
     Save the time for reader. Bahwa pendidikan pemakai menghemat waktu bagi pembacanya. Dengan program tersebut diharapkan mahasiswa baru terbekali dengan segala pengetahuan tentang pemanfaatan sumber-sumber informasi dengan baik, sehingga ketika ke perpustakaan dapat dengan cepat menemukan informasi yang dikehendaki, tanpa harus berlama-lama mengalami kebingungan.
   Perpustakaan merupakan investasi yang mahal sehingga harus dimanfaatkan. Koleksi dan fasilitas yang diadakan dengan biaya yang tidak sedikit, jadi sedapat mungkin perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh penggunanya.
   Pustakawan tidak hanya sekedar mengolah buku, tetapi harus berfungsi sebagai pendidik. Diharapkan pustakawan dapat memberi bimbingan kepada pengguna dengan baik mengenai cara-cara memanfaatkan sumber-sumber perpustakaan, dalam konteks demikian maka pustakawan adalah seorang pendidik.
 Literasi informasi adalah tanggungjawab pustakawan untuk memberikan kepada pengguna perpustakaan, ketrampilan dalam menggunakan sumber-sumber informasi seperti jurnal, indeks, abstrak, bibliografi, direktori dan sebagainya, baik dalam bentuk cetak maupun non cetak (bentuk elektroniknya). Ketrampilan yang membuat pengguna menjadi familier terhadap sumber-sumber informasi dan teknologi yang terdapat didalam perpustakaan. Sehingga di masa mendatang mereka dapat memanfaatkan perpustakaan dengan mudah, cepat dan percaya diri. Pemilihan model bimbingan pemakai yang akan dipakai tergantung pada jumlah peserta, kapasitas ruang atau kelas tempat penyelenggaraan kegiatan bimbingan pemakai dan tujuan dari kegiatan bimbingan pemakai tersebut. Karena ketrampilan menggunakan perpustakaan yang merupakan tujuan akhir dari kegiatan bimbingan pemakai adalah sesuatu hal yang perlu dilaksanakan oleh perpustakaan.

1.2 Profil sekolah
   Sman 1 kauman berdiri tahun 1989. Sman 1 kauman merpakan alih fungsi dari SPG Negeri Tulungagung yang berdiri tahun 1962. Meski tidak masuk dalam lingkungan kota, namun untuk pengembangan kota, SMAN 1 Kauman bisa dibilang SMA perkotaan. Dari dari arah utara, timur, barat, dan selatan mudah menjangkaunya .

1.3 Bagunan fisik
    Bila melihat bangunan fisik, mayoritas kegunaan merupakan swadaya rang tua / wali murid tiap tahunnya. Diawali dengan warisan SPG berupa bangunan kelas dari pemerintah yang membangun dari timur ke barat sebanyak 6 kelas, ditambah bangunan sebelah tiurnya 19 kelas.

1.4 Input Dan Output
   Input SMAN 1 Kauman kebanyakan dari lulusan SMP dan yang sederajad di wilayah kabupaten Tulungagung dan sekitarnya yang didapatkan dengan seleksi danem (NUN).

1.5 Pelaksanaan Observasi
1. Pelaksanaan Laporan Observasi
Hari/Tanggal/Tahun                  : Jum’at, 5 April 2013
Tempat                                    : SMAN 1 Kauman, Tulungagung
Narasumber                             : Bu Handini Tjandra Sari S.sos (pustakawan)
Pelaksana Observasi                : Henny Surya Akbar Purna Putra

2.  Pelaksanaan Laporan Observasi
Hari/Tanggal/Tahun                   : Sabtu, 6 April 2013
Tempat                                     : SMAN 1 Kauman, Tulungagung
Narasumber                             : Bu Handini Tjandra Sari S.sos (pustakawan)
Pelaksana Observasi                :  Henny Surya Akbar Purna Putra

1.6 Rumusan Masalah
a1.      Apa definisi dari pendidikan pemakai perpustakaan?
b2.     Apa fungsi dan tujuan pendidikan pemakai perpustakaan?

1.7 Tujuan
Tujuan dari dilakukan observasi tentang Pendidikan Pemakai Perputakaan di perpustakaan SMAN 1 Kauman, yaitu :
11.      Menjelaskan definisi dari pendidikan pemakai perpustakaan
  2.      Menjelaskan fungsi dan tujuan pendidikan pemakai perpustakaan

BAB III
PEMBAHASAN
2.1 Pendidikan pemakai
     Semakin berkembangnya metode penddikan perguruan tinggu, kebutuhan ajan perpustakaan semakin dirasakan. Ttapi dengan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan, jumlah dan macam koleksi juga semakin bertambah, sehingga pemakai perpustakaan terutama mahasiswa, makin bingung dalam usaha menemukan informasi. Dengan demikian mereka tidak dapat memanfaatkan perpustakaan semaksimal mugkin. Namun dilain pihak, keberadaan suatu perpustakaan sebagai pusat pendidikan dan bahkan tempat pendidikan seumur hidup (Lifelong Learning) sudah tepatri di hati pengguna. Davies (1973 : 39) menyatakan “ leraning how to use library is a basic component of… (any) instructional programs”. Jadi dengan demikian dapat dikatakan bahwa belajar bagaimana memanfaatkan perpustakaan menjadi hal yang sangat mendasar dalam kaitanya terhadap kebutuhan informasi.
     Dalam Hal inilah perpustakaan diharapkan unutk meningkatkan jasa informasinya secara aktif. Salah satu langkah yang tepat untuk menanggulangi hal tersebut adalah menyelenggarakan suatu program pendidikan pemakai pada perpustakaan. Secara umum istilah pendidikan pemakai dalam konteks ilmu pemakai, pendidikan pengguna atau User Education.
      Definisi pemdidikan pemakai pemakai menurut Soedibyo (1987 : 121) adalah sebagai berikut :
     Pendidikan pemakai adalah usaha bimbingan atau penunjang pada pemakai tentang cara pemanfaatan koleksi bahan pustaka yang disediakan secara efektif dan efisien, bimbingan itu dapat berupa bimbingan individu ataupun secara kelompok.
     Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (1979 :19) “Pendidikan pemakai adalah usaha bimbingan atau petunjuk jeada pemakai tentang cara pemanfaatan koleksi bahan pustaka yang disediakan secara efektif dan efisien.”
   Jadi dengandemikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan pemakai adalah serangkaian kegiatan kegiatan yang berisi aktivitas belajar mengenai pengenalan dan tata cara memanfaatkan perpustkaan kepada pengguna maupun calon pengguna di perpustakaan.
    Pada dasarnya materi yang diterapkan dalam pendidikan pemakai pada perpustakaan relative sama antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainya. Secara umum Darmono (2001 : 23) menyebutkan beberapa materi bimbingan pemanfaatan perpustakaan antara lain adalah :
1. pengenalan terhadap denah perpustakaan
2. peraturan perputakaan
4 alat penelusuran informasi
4. pengenalan terhadap bagian-bagian layanan perpustakaan
5. pengenalan terhadap penempatan koleksi
6. Pengenalan terhadap ruang baca
Melalui beberapa materi pendidikan di atas maka dapat diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan pemakai pada perpustakaan, harus mampu menginformasikan aspek-aspek penting yang berkaitan dan dimilika olh perpustakaan kepada pengguna perpustakaan, dengan harapan melalui pendidikan pemakai, maka penggna perpustakaan tidak akan merasa asing dan lbih cepat beradaptasi terhadap tatanan sistem operasional perpustakaan.
Sementara itu, kmungkinan terdapatnya perbedaan materi pendidikan pemakai antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainya sangat mungkin terjadi. Hal ini sudah lumrah, karena pada dasarnya peraturan mengenai pendidikan pemakai belum diatur dalam undang- undang pendidikan. Selain itu tungkat kualifikasi (level) antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainya juga banyak anyak yang memiliki perbedaan atau dngan kata lain seragam. Namun materi yang menyangkut keadaan umum perpustakaan biasanya diserukan pada setiap pendidikan pemaki di seluruh perpustakaan.

2.2 Fungsi dan tujuan pendidikan pemakai
Tidak dapat disangkal lagi bahwa pnddikan rupakan proses yan palin efektif untuk mentranformasikan informasi dari satu individu kepada individu lainnya. Wikipedia (2007 : 1) menjelaskan makna pendidikan sebagai berikut:
      Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pmberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijakan.
     Pada pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa yang paling pendting dalam proses pndidikan adalah pemberian pnetahuan engenai teknik dan metode kepada individu lain yang belum mengetahuinya. Dengan demikian dalam konteks perpustakaan, pnetahuan yan perlu diberikan adalah mengenai tata cara penggunaan dan pemanfaatan dengan segala fasilitas yang dimilikinya.
    Berbicara mengenai pndidikan khusunya dalam aspek pemanfaatan perpustakaan tentu saja harus sudah sejakdini dipersiapkan, sehingga peserta didik, dalam hal ini pengguna perpustakaan dapat menyadari fungsi pendidikan yan diperolehnya tersebut. Sutarno (2006  95-96) menjelaskan bahwa fungsi dilakukan bimbingan pemakai perpustakaan maupun pengguna perpustakaan yaitu agar :

1. Pemakai perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan       di perpustakaan tersebut.
2. Pemakai perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode/nomor       klasifikasi, kartu catalog dan petunjuk yang lain
3 Pemakai perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlakukan tanpa banyak    membuang waktu, tidak menemui kesulitan atau tambahan.
4. perpustakaan dapat  memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan
5. perpustakaan dapat mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan
  Jadi, dengan demikian pendidikan memiliki fungsi yang tak kalah pentingnya dengan funsi perpustakaan itu sendiri hal ini berarti pendidikan pemakai memiliki peran yang besar dalam mendukung perpustakaan yang ingin dimanfaatkan oleh masyarakat penggunanya secara lebih fungsional

2.3 Tujuan Pendidikan Pemakai
    Pendidikan pemakai juga memiliki tujuan yang diterapkan secara objektif. Dalam hal ini, perpustakaan harus dapat mengidentifikasi berbagai sasaran yang ingin dicapai didasarkan atas prioritas pada porsinya masing-masing. Oleh sebab itu , penerapan pendidikan pemakai pada perpustakaan harus diiringi dengan berbagai target yang ingin dicapai
            Secara umum tujuan diadakanya pendidikan pemakai tercantum dalam perpustakaan perguruan tinggi : buku pedoman (2004 : 95) sebagai berikut :

1. Meningkatkan keterampilan pengguna agar mampu memanfaatkan kemudahan dan sumber daya             perpustakaan secara mandiri.
2. Membekali pengguna dengan teknik yang memadai dengan sesuai untuk menemukan informasi dalam     subjek tertentu.
3. Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya dan layanan perpustakaan
4. Mempromosikan layanan perpustakaan
5. Menyiapkan pengguna agar dapat mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi.

2.4 Gambaran Umum Perpustakaan SMAN 1 Kauman Tulungagung
a. Susunan Struktur Organisasi
Susunan struktur organisasi  perpustakaan SMAN 1 Kauman.
Kepala Sekolah
b. Visi Misi Sekolah
            SMAN 1 Kauman memiliki visi dan misi, sbb :
1.      Visi
  Unggul dalam prestasi iman dan taqwa
2.      Misi
·      Melaksanakan pembelajaran dan bibingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan mutu yang dimiliki.
·      Membutuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga masyarakat sekolah
·      Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi yang ada pada dirinya, sehingga dapat berkembang lebih optimal
·      Membutuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa, sehingga menjadi suber kearifan dalam bertindak
·      Merupakan manajemen partisipasi dengan meliatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah
c. Kebijakan
   Perpustakaan sekolah yang saya kunjungi memiliki kebijakan di dalam perpustakaan tersebut, seperti jam pelayanannya, koleksi apa saja yang tersedia, pemeliharaan koleksi, melakukan pengadaan buku,dll. Maka dari itu sangat diperlukan tenaga yang sesuai bidangnya agar dapat memahami kebutuhan sesungguhnya perserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar dengan membaca dan menggunakan semaksimal mungkin fungsi dari perpustakaan itu sendiri.
   Perpustakaan SMAN 1 Kauman telah memberikan semaksimal mungkin kepada perpustakaan, dengan mendukung program-program yang diadakan oleh perpustakaan.
d. Keanggotaan
e. Anggaran
6jt pertahun
Koordinator
Dra. Lilies Noor Jannah
Staff
Handini Tjandra Sari, S.sos
Pengadaan
 Sekolah
Hadiah
Dari Pusat
Permintaan siswa dan guru secara lisan
Layanan
L. baca
L. koleksi
L. referensi
L. Sirkulasi – manual kataloging
L. Multimedia
Penyiangan
Buku2 yang rusak berat digudangkan – di lelangkan
Buku2 yang rusak ringan di perbaiki
Pemustaka
Jumlah siswa keseluruhan 1.125
50 – 200 siswa yang aktiv di perpustakaan
10-15 guru yang aktif di perpustakaan

BAB III
PENUTUP

3.1 Pendidikan Pemakai Perpustakaan SMAN 1 Kuman
      Pada awal penerimaan siswa baru, siswa dikenalkan kepada lingkungan sekolah, dan pada materi itu, siswa diajak tour library perpustakaan sekolah. Pada tahap dasar ini, siswa diharapkan untuk mengenal perpustakaan, dan mengerti keberadaan perpustakaan sekolah itu sendiri.
     Secara teknis, ketika siswa dikenalkan oleh perpustakaan, siswa diajarkan cara pencarian bahan koleksi menggunakan kartu katalog. Siswa diperkenalkan layanan-layanan yang berada di perpustakaan, dan siswa diajarkan tata cara meminjam bahan koleksi tercetak di perpustakaan.

3.2 Peran Guru Sebagai Fasilitator Bagi Peserta Didik
   Dalam proses pembelajaran di sekolah, guru adalah desainer pemberlajaran dalam menstranfer seperangkat pengetahuan, menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik, dan sekaligus juga pelaksana pembelajaran di depan kelas, di lingkungan sekolah, dan masyarakat sesuai dengan tututan capaian minimal dari kurikulum. Tugas guru tudak dapat dikatangan ringan. Guru tidak sekedar menstranfer pengetahuan kepada peserta didik sebagai insan pembelajar seumur hidup. Dalam konteks ini guru harus mampu menciptakan dan merangsang rasa ingin tahu peserta didik untuk mau terus menggali, memperdalam, dan mengembangkan materi pelajar scara mandiri di luar ruang kelas.
     Guru pengajar di SMAN 1 Kauman, sering memberikan tugas resume buku kepada peserta didiknya, dimana guru menyarankan peserta didiknya untuk mencari bahan referensi yang berada di perpustakaan. Selain itu, guru pengajar juga sering mengajak peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran di dalam perpustakaan. Metode ini juga membuat peserta didik tidak awam dengan perpustakaan.


3.3 Respon Kepala Sekolah Dalam Penyelengaraan Perpustakaan
   Kepala Sekolah SMAN 1 Kauman Tulungung, mendukung penuh tentang perpustakaan, kepala sekolah mendukung secara infrastruktur, dan mendukung dalam hal kurikulum-kurikulum yang telah ditetapkan untuk perpustakaan.
      Kepala sekolah berperan penting terhadap perpustakaan sekolah,
Kepala sekolah mendukung penuh dalam penyelenggaraan perpustakaan sekolah,
Dalam hal ini kepala sekolah mendukung dalam hal infrastruktur, dan mendukum dalam hal kurikulum2 yang telah di tetapkan untuk perpustakaan
Denda
Peminjaman dilakukan selama tujuh hari
Rp 100,- perhari

3.4 KESIMPULAN
   Dari hasil penelitian yang saya dapat dari salah satu sekolah menengah atas yaitu di SMAN 1 Kauman. Perpustakaannya masih dalam tahap-tahap pengembangan koleksi, fasilitas, layanan-layanan yang akan di terapkan, dan tenaga pustakawan yang profesional.
  Menurut Bu Handini Tjandra Sari S.sos yang sebagai petugas perpupustakaan yang pada dasarnya tidak memiliki latar belakang ilmu perpustakaan, terkadang sering keluh-kesah karena begitu banyak yang harus di ketahui di dalam mengembangkan perpustakaan. Tetapi Bu Handini ni tetap semangat dalam memperjuangkan daya minat-baca bagi peserta didik di dalam populasi sekolah SMAN 1 Kauman.
  Pustakawan di perpustakaan SMAN 1 Kauman ini, begitu ramah dalam interaksi / berkomunikasi dengan pemustakanya. Terkadang pustakawan perpustakaan SMAN 1 Kauman juga memberikan hadiah kepada siswa, jika siswa sering aktif di dalam perpustakaan, meskipun hanya sekedar hadiah yang tidak seberapa, namun hadiah itu benar-benar berharga terhadap siswa secara psikologi. Secara tidak lansung pustakawan perpustakaan SMAN 1 Kauman telah membantu untuk mempublikasikan perpustakaan.

   Pustakawan Perpustakaan SMAN 1 Kauman juga sering bertanya-tanya, mengobrol, dan memberikan bimbingan yang berguna kepada siswa, sehingga siswa tergugat semangat untuk membacanya. Hal itu juga dapat dijadikan masukan-masukan kepada pustakawan perpustakaan SMAN 1 Kauman sebagai pengelola informasi dan literasi informasi yang dibutuhkan oleh siswa, dan guru.

3.5 DAFTAR PUSTAKA

3.5 LAMPIRAN
Penataan Buku di Perpustakaan SMAN 1 KAUMAN

Pustakawan SMAN 1 KAUMAN

Beberapa Majalah SMAN 1 KAUMAN

Tampak Depan Perpustakaan SMAN 1 KAUMAN


Salah Satu Guru Pengunjung di Perpustakaan





komentar (2) | | Read More...

Indie Clothing

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Holla Buddy! . All Rights Reserved.
Design Template by hollabuddy | Support by creating website | Powered by Blogger